Menerima Atau Menolak Pesanan Khusus

  1. 1.    Pengertian Akuntansi Manajemen

Untuk memahami tentang akuntansi manajemen, perlu kiranya memahami atau mengingat kembali tentang apa yang dimaksud dengan akuntansi. Akuntansi didefinisikan sebagai aktivitas untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai untuk pengambilan keputusan. Kata pemakai disini merujuk kepada pemakai informasi keuangan, yang dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: (1) pemakai internal, yaitu manajemen sebagai pihak yang mengelola perusahaan, (2) pemakai eksternal, yang mencakup, investor, kreditur, pemerintah. Sementara akuntansi itu sendiri dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama (1) akuntansi keuangan (financial accounting), (2) akuntansi manajemen (management accounting).

Akuntansi manajemen dapat diartikan sebagai suatu  proses dalam suatu perusahaan untuk menghasilkan informasi yang bersifat keuangan dengan tujuan untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsinya, yaitu perencanaan, implementasi, dan pengawasan aktivitas organisasi.

  1. 2.    Perbedaan dan persamaan antara Akuntansi Manajemen dengan Akuntansi Keuangan

Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi dapat dibandingkan dengan akuntansi keuangan karena mempunyai karateristik yang berlainan yang disebabkan oleh perbedaan pemakai atau pengguna informasi keuangan.

Akuntansi Keuangan diperlukan untuk memenuhi informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen puncak dan pihak luar perusahaan.

Akuntansi Manajemen diperlukan untuk memenuhi keperluan manajemen (laporan yang berbeda untuk Manajer yang berbeda) dalam melaksanakan perencanaan dan pengendaliaan perusahaan. Informasi akuntansi manajemen tidak didistribusikan untuk pihak luar perusahaan.

Oleh Karena karakteristik keputusan yang dibuat oleh pihak luar berbeda dengan karakteristik keputusan yang dibuat oleh manajer, maka hal ini berdampak pada karakteristik sistem pengolahan informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan. Perbedaannya terletak pada :

  1. Dasar pencatatan
  2. Fokus informasi
  3. Lingkup informasi
  4. Sifat Laporan yang dihasilkan
  5. Keterlibatan dalam perilaku manusia
  6. Disiplin sumber yang memadai
  7. Badan Usaha yang melaporkan
  8. Periode pelaporan
 

AKUNTANSI KEUANGAN

AKUNTANSI  MANAJEMEN

Dasar Pencatatan Menggunakan prinsip akuntansi yang diterima umum, Generally Accepted Accounting Principles  (GAAP) Tidak terikat dengan prinsip akuntansi umum, tetapi lebih didasarkan manfaat, logika dan pengalaman.
Fokus Informasi Informasi ke keuangan masa lalu. Informasi keuangan masa lalu dan masa yang akan datang.
Lingkup Informasi Informasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Informasi keuangan pada bagian-bagian tertentu dari perusahaan.
Sifat Laporan yang dihasilkan Ringkasan dan informasi yang teliti Laporan yang rinci dan relevan dengan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan.Berfokus pada estimasi hasil yang diharapkan pada periode berikutnya. 
Keterlibatan dalam perilaku manusia Lebih mementingkan pengukuran kejadian-kejadian ekonomi Pengukuran kinerja manajemen diberbagai jenjang organisasi
Disiplin sumber yang memadai Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi dan psikologi sosial
Badan usaha yang melaporkan Perusahaan yang dianggap sebagai  satu kesatuan Sub bagian dari bisnis seperti: departemen, lini poduk atau jenis aktivitas
Periode Pelaporan Periode berjalan (terakhir) dengan perbandingan periode sebelumnya.Biasanya pertahun, perkuartal, perbulan  Pertahun, perkuartal, perbulan, perminggu, harian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Walaupun terdapat perbedaan diantara keduanya , namun terdapat persamaan-persamaan antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen yaitu:

  1. Prinsip akuntansi yang diterima umum dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
  2. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menggunakan sumber informasi yang sama yaitu informasi yang berasal dari sistem akuntansi perusahaan.
  3. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen sangat menekankan pada  konsep pertanggungjawaban.  Manajemen sebagai pihak yang mengelola perusahaan mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan operasi perusahaan kepada semua pihak yang berkepentingan.

3. Tipe Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen memiliki dua tipe, yaitu :

  1. Sebagai Tipe Akuntansi
  2. Sebagai Tipe Informasi
  1. Sebagai Tipe Akuntansi

Akuntansi merupakan proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi,  merupakan salah satu pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi.

  1. Sebagai Tipe Informasi

Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan. Diantara berbagai tipe informasi, akuntansi merupakan salah satu informasi kuantitatif, dan akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe informasi akuntansi diantara dua tipe informasi yang lain : yaitu informasi operasi dan informasi akuntansi keuangan.   

Mengapa informasi kuantitatif?

Informasi kuantitatif lebih berperan dalam mengurangi ketidakpastian bila dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif.

Mengapa informasi akuntansi?

Akuntansi merupakan alat untuk berfikir bisnis ( ekonomis rasional ) dan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran bisnis manajer kepada bawahan dan atasannya, kepada manajer lain dan kepada pihak luar.

Keterbatasan pengetahuan manajer tentang akuntansi sebagai bahasa bisnis akan mengakibatkan tidak dimilikinya ketajaman analisis bisnisnya dalam mengelola perusahaannya.

Penggolongan Informasi Akuntansi

Informasi Operasi

Informasi ini merupakan bahan baku untuk mengolah tipe informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Contohnya: jumlah kilogram bahan baku yang dipakai dalam produksi, jumlah sediaan produk jadi yang ada digudang.

Informasi Akuntansi keuangan

Informasi akuntansi keuangan diperlukan oleh pihak luar untuk pengambilan keputusan guna menentukan hubungan antara pihak luar tersebut dengan perusahaan.

Informasi Akuntansi Keuangan juga dibutuhkan oleh manajemen puncak.Informasi akuntansi keuangan dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Informasi Akuntansi Keuangan. Informasi akuntansi keuangan umumnya disajikan kepada pihak luar perusahaan dalam bentuk laporan keuangan : neraca, laporan laba-rugi,laporan perubahan ekuitas dan laporn arus kas.

Informasi Akuntansi Manajemen

Informasi akuntansi manajemen disajikan kepada manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti: anggaran, laporan penjualan,laporan biaya produksi,laporan biaya menurut pusat pertanggunganjawaban,laporan biaya menurut aktifitas,laporan biaya mutu, laporan biaya pemasaran dan lain-lain.

Informasi Akuntansi Manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen:

  1. Perencanaan : menetapkan sasaran dan sarana untuk mencapainya.
  2. Pengendalian (kontrol) aktivitas perusahaan: implementasi dari perencanaan dan penggunaan umpan-balik (evaluasi ) supaya sasaran dapat dicapai secara optimal
  1. 4.    Jenis Informasi Akuntansi Manajemen

Informasi yang digunakan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan adalah informasi akuntansi manajemen dan merupakan informasi yang utama yang dimiliki perusahaan. Informasi akuntansi manajemen terutama digunakan oleh pimpinan perusahaan  di dalam  menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen khususnya fungsi perencanaan dan pengawasan.

Menurut Mas’ud Macfoedz (1990, hal.17) jenis-jenis informasi akuntansi manajemen adalah sebagai berikut :

1.  Akuntansi biaya penuh (full cost accounting)

2.  Akuntansi biaya diferensial (differential accounting)

3.  Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting)

Menurut  Mulyadi (1993, hal.I7) jenis atau tipe dan manfaat dari  organisasi akuntansi manajemen yaitu sebagai berikut :

Tipe Informasi Akuntansi Manajemen (Aktiva, Pendapatan dan/atau biaya)

 

Manfaat

Informasi masa lalu

Informasi masa yang akan datang

Informasi  akuntansipenuh (full accountinginformation) Pelaporan informasi keuangan.Analisis kemampuan menghasilkan  laba.Jawaban atas pertanyaan “Berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu?” Penentuan harga jual dalam cost – type contract PenyusunanProgramPenentuan harga jual normal Penentuan harga transfer

Penentuan harga jual dalam perusahaan  yang diatur dengan peraturan pemerintah.

 

Informasi  akuntansi diferensial (Diferential accounting information)

 

Tidak ada Pengambilan keputusan pemilihan alternatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang
Informasi  akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting

information

Penilaian kinerja manajerPemotivasian manager Penyusunan anggaran
  1. 5.    Informasi Akuntansi Diferensial
  • Ø Pengertian Informasi

Informasi secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu: informasi kualitatif dan informasi kuantitatif. Informasi kualitatif yaitu informasi berdasarkan nilai mutu sedangkan informasi kuantitatif yaitu informasi berdasarkan angka, jumlah dan ukuran. Salah satu bentuk dari informasi kuantitatif adalah informasi akuntansi manajemen karena informasi ini menggunakan satuan uang sebagai ukurannya.

            James A. Hall dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi”, mengemukakan bahwa sifat dari informasi adalah:

“1. Relevansi, hubungan informasi dengan situasi keputusan, dan juga dengan tujuan perusahaan.

2. Kuantifiabilitas (dapat dikuantifikasikan), tingkat kemampuan pemberian nilai numerik terhadap informasi.

3. Kecermatan (accuracy), keterandalan dan ketepatan informasi.

4. Kepadatan (consiseness), tingkat penggabungan atau pengikhtisaran informasi.

5. Ketepatan waktu, kekinian informasi.

6. Lingkup, jangka yang diliput oleh informasi.”

(2000:218)aa

Adapun penjelasan dari pernyataan di atas, adalah sebagai berikut:

1.      Relevansi, hubungan informasi dengan situasi keputusan, dan juga dengan tujuan perusahaan. Relevansi berkaitan dengan tujuan-tujuan perusahaan dan tergantung pada penggunaan yang memerlukan informasi tersebut. Jadi, relevansi merupakan suatu kriteria mendasar yang menentukan kegunaan sifat-sifat lain dari informasi.

2.      Kuantifiabilitas (dapat dikuantifikasikan), merupakan sifat yang memberikan nilai-nilai numerik pada peristiwa atau obyek. Kuantifikasi biasa digunakan dalam proses pengukuran yang terdiri dari empat langkah: (1) penentuan apa yang akan di ukur, (2) pemilihan skala pengukuran yang cocok, (3) pemastian keadaan suatu peristiwa atau obyek, dan (4) penggunaan ukuran yang dihasilkan

3.      Kecermatan (accuracy), keterandalan dan ketepatan informasi. Informasi yang bebas dari kesalahan dan seksama (tepat) disebut akurat (cermat). Informasi lebih bermanfaat bagi para manajer, jika informasi itu setia pada kecermatannya (yaitu, kualitasnya)

4.      Kepadatan (consiseness), tingkat penggabungan atau pengikhtisaran informasi. Kepadatan dapat dicapai dengan berbagai metode. Salah satu metode memakai penggunaan perkiraan ikhtisar di dalam kerangka siklus akuntansi. Metode ini mengarah pada penyusunan laporan keuangan dan lampiran ikhtisarnya. Metode lain menggunakan tingkat-tingkat manajerial di dalam struktur organisasi sebagai suatu mekanisme pengikhtisaran

5.      Ketepatan waktu atau kekinian informasi, mempunyai dua segi yang berkaitan dengan frekuensi dan keterlambatan. Frekuensi menunjukan seberapa sering informasi dimutakhirkan dan diukur selama interval waktu antara dua laporan berturut-turut untuk informasi yang serupa. Keterlambatan (delay) adalah lamanya waktu yang berlalu setelah suatu peristiwa terjadi sampai informasi yang bersangkutan sampai pada pemakai

6.      Lingkup, yaitu jangka yang diliput oleh informasi. Sejauh mana infomasi tersebut dapat bermanfaat bagi pemakainya.

  •   Pengertian Informasi Diferensial

Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan lain.

Informasi akuntansi diferensial terdiri dari aktiva, pendapatan dan biaya. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya differensial         ( differential costs ).

Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan differensial ( differential revenues ).

Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva differensial ( differential assets ).

Informasi Akuntansi Diferensial mempunyai dua unsur pokok:

  1. Informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif tindakan yang dihadapi oleh pengambil keputusan.

Informasi ini bermanfaat oleh manajemen dalam pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif-alternatif yang tersedia

2. Informasi akuntansi yang bermanfaat adalah informasi akuntansi yang berbeda diantara tiap-tiap alternatif yang akan dipilih.

Biaya Diferensial (differential cost)

Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat, dan Rekayasa”, menyatakan bahwa biaya diferensial adalah

“Biaya diferensial adalah biaya masa yang akan datang yang diperkirakan akan berbeda (differ) atau terpengaruh oleh suatu pengambilan keputusan pemilihan diantara berbagai macam alternatif.”

(2001:118)

        Pendapatan Diferensial (differential revenue)

Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat, dan Rekayasa”, menyatakan bahwa pendapatan diferensial adalah:

“Pendapatan diferensial (differential revenues) adalah informasi akuntansi diferensial yang hanya berkaitan dengan pendapatan.”

(2001:116)

        Aktiva Diferensial (differential asset)

Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat, dan Rekayasa”, menyatakan bahwa aktiva diferensial adalah

“Aktiva diferensial (differential assets) adalah informasi akuntansi diferensial yang hanya berkaitandengan aktiva.”

(2001:116)

  •  Manfaat Informasi Akuntansi Diferensial

Adapun manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu:

“1.  Membeli atau membuat sendiri (make or buy decision)

2.  Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk (sell or process further)

3.  Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha suatu bagian perusahaan (stop or continue product line

4.  Menerima atau menolak pesanan khusus (special order decision).

a. Membeli / Membuat Sendiri

Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi berbagai jenis produk.

b. Menjual atau Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk

Dalam pengambilan keputusan macam ini, Informasi akuntansi diferensial yang diperlukan oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih.

c. Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu.

Dalam mengahadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian tersebut.

d. Menerima atau Menolak Pesanan Khusus.

Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, informasi akuntansi diferensial yang relevan adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial ( yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan khusus tersebut ) lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial ( yaitu tambahan biaya karena memenuhi pesanan khusus tersebut maka pesanan khusus sebaiknya diterima ). Di lain pihak, jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya diferensial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak.

  •   Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

Adapun kriteria pesanan khusus sebagai berikut :

1. Biasanya konsumen yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga dibawah harga jual normal bahkan sering kali harga yang diminta konsumen berada dibawah biaya penuh, karena biasanya pesanan khusus mencakup jumlah yang besar dan harga jualnya diatas biaya variabel.

2. Ada kapasitas produksi atau mesin yang belum seluruhnya terpakai atau menganggur dan masih mampu untuk melayani pesanan khusus.

3. Pertambahan biaya tidak melebihi pertambahan penghasilan dari pesanan khusus tersebut.

Jadi, semua biaya produksi dibebankan sepenuhnya baik biaya variabel maupun biaya tetap. Dalam kondisi demikian dapat dikategorikan bahwa perusahaan menentukan biaya produksinya dengan metode harga pokok penuh (full costing), padahal dari order tersebut mungkin saja dapat meningkatkan laba perusahaan secara  keseluruhan selain memanfaatkan kapasitas yang menganggur. Pesanan ini dapat menutup kelebihan biaya overhead pabrik tetap yang dihitung sebesar kapasitas penuh. Di sinilah perlunya penerapan konsep incremental cost sebagai salah satu alternatif dalam pengambilan keputusan jangka pendek

6.    Informasi Akuntansi Diferensial Yang Relevan Dalam Pengambilan Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

Istilah biaya relevan seringkali disamakan dengan biaya diferensial. Hal ini tidak benar. Istilah relevan mempunyai pengertian berhubungan dengan sesuatu. Suatu biaya disebut relevan jika biaya tersebut berhubungan dengan tujuan perekayasaan biaya tersebut. Jika manajemen bermaksud mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu, maka ia mengumpulkan biaya produksi sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk produksi dalam bulan yang bersangkutan. Biaya produksi sesungguhnya tersebut merupakan biaya relevan karena sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pengumpulan informasi biaya tersebut. Menurut defenisinya, biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinilai dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, untuk mencapai tujuan tertentu. Per defenisi, dengan demikian tidak ada satupun biaya yang tidak relevan, karena setiap biaya memang direkayasa untuk memenuhi tujuan tertentu.

Biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan disebut dengan istilah yang lebih tepat biaya diferensial. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut pemilihan alternatif masa yang akan datang, dan untuk dapat melakukan pemilihan pengambil keputusan harus dapat membedakan dianatara alternatif tersebut secara unik disebut dengan istilah informasi akuntansi diferensial. Oleh karena itu, istilah biaya diferensial berbeda pengertiannya dengan biaya relevan, karena istilah biaya relevan adalah istilah yang umum, yang tidak selalu berhubungan dengan pengambilan keputusan.

7.    Pengertian Incremental Cost

Menurut Mulyadi (2001:121) mendefinisikan biaya tambahan (incremental cost) adalah tambahan biaya yang akan terjadi jika suatu alternatif yang berkaitan dengan perubahan volume kegiatan pilihan. Biaya tambahan merupakan informasi akuntansi manajemen yang diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penambahan dan pengurangan volume kegiatan.

Supriyono (2000:400) menyatakan incremental cost adalah “biaya-biaya yang akan ditambahkan atau biaya yang tidak akan dikorbankan apabila suatu alternatif tertentu tidak dipilih untuk dilaksanakan”

Biaya tambahan merupakan jumlah semua biaya relevan yang berhubungan dengan suatu alternatif tindakan yang kemungkinan akan dilaksanakan atau mungkin juga tidak dilaksanakan oleh manajemen maka biaya tambahan mungkin dapat terjadi atau mungkin juga tidak, jika alternatif diusulkan bukan merupakan penambahan kegiatan melainkan merupakan peniadaan suatu kegiatan yang sekarang ada, maka biaya tertentu yang ada sekarang dapat dihindari biaya ini disebut biaya terhindarkan (avoidable cost) yaitu biaya yang tidak akan terjadi jika suatu alternatif dipilih. Sesungguhnya biaya terhindarkan merupakan variasi dari biaya tambahan, oleh karena itu sering disebut sebagai penghematan biaya tambahan (incremental saving). Pengertian biaya tambahan dan biaya terhindari sangat penting artinya dalam pengambilan keputusan karena biaya tersebut berpengaruh jika suatu alternatif dipilih.

Hubungan Variable Costing dengan Analisis Incremental Cost

Penentuan harga pokok variabel dapat pula dipakai oleh manajemen dalam menentukan harga jual minimal atas pesanan khusus (special order) sehubungan dengan keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus yang harga jualnya dibawah harga jual normal perusahaan.

Analisis incremential cost akan dapat dilaksanakan bila perusahaan menggunakan metode variable costing dalam penentuan harga pokok produksinya, karena setiap perusahaan yang berhubungan dengan volume kegiatan akan dapat dikendalikan manajemen apabila unsur biaya terbagi atas unsur tetap dan variabel dimana pada umumnya biaya relevan yang terpengaruh oleh suatu keputusan yang diambil khususnya yang berhubungan dengan perubahan volume kegiatan adalah biaya variabel.

Alat analisis untuk pengambilan keputusan jangka pendek dalam menganalisis pesanan-pesanan khusus dibawah harga jual normal yang digunakan adalah metode variable costing yaitu dengan membandingkan harga pesanan khusus dengan harga pokok variabel suatu produk. Apabila dalam perbandingan tersebut harga pesanan khusus lebih besar dibandingkan harga pokok variabel suatu produk, maka pesanan khusus tersebut dapat diterima. Sedangkan bila harga pesanan khusus lebih kecil dibandingkan dengan harga pokok variabel suatu produk maka pesanan khusus ditolak. Kriteria tersebut akan dapat dipenuhi bila didasari atas asumsi bahwa tambahan pesanan tidak melebihi kapasitas normal sehingga biaya tetap yang dibebankan tidak berubah. Besarnya kenaikan laba dari pesanan khusus adalah sebesar batas kontribusi dari pesanan khusus yang bersangkutan.

Adapun syarat-syarat pesanan khusus yang dapat diputuskan sehubungan dengan analisis incremental cost melalui penentuan harga pokok variabel adalah sebagai berikut.

  1. Kapasitas produksi dan penjualan masih ada yang menganggur (idle capacity) karena bila melampui kapasitas penuh akan berakibat jumlah biaya tetap akan berubah.
  2. Adanya pemisahan pasar antara penjual biasa dengan penjual untuk melayani pesanan khusus agar harga jual yang biasa umumnya lebih tinggi tidak terpengaruh turun.

Sebagai contoh dalam penentuan harga minimal atau pesanan khusus di mana pesanan khusus tersebut akan dilayani apabila harga jual minimal setiap tahun sebesar biaya variabel setiap satuan dengan kriteria sebagai berikut.

a)      Harga satuan pesanan khusus < biaya variabel satuan → dari pesanan khusus contribution margin perusahaan negatif.

b)      Harga satuan pesanan khusus = biaya variabel satuan → dari pesanan khusus contribution margin perusahaan sama dengan nol.

c)      Harga satuan pesanan khusus > biaya variabel satuan → dari pesanan khusus contribution margin perusahaan positif.

8.    Analisis Incremental Cost dalam Pengambilan Keputusan untuk Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

 Pesanan khusus yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pesanan di luar pesanan biasa dengan harga jual minimal yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pesanan khusus dapat diterima apabila ada kapasitas produksi perusahaan yang menganggur. Disamping itu, tidak akan mempengaruhi harga jual yang biasanya lebih tinggi menjadi ikut turun dengan pertimbangan bahwa tambahan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi pesanan khusus tersebut sesuai dengan pendapatan yang diperoleh perusahaan.

Contoh keputusan pesanan penjualan khusus:

Menghasilkan penjualan dengan harga diskon guna memanfaatkan kapasitas produksi yang berlebih

Menerima penjualan yanag hanya menutup biaya tunai dengan tujuan mempertahankan tenaga kerja supaya tetap bekerja selama masa resesi

Melakukan penjualan sekali waktu untuk memindahkan barang dagangan yang berangsur usang

Menanggapi permintaan akan cirri khusus produk dari seorang pelanggan regular

Menentukan harga untuk memasuki pasar kompetitif yang baru

Contoh Soal Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

Tidak ada tambahan modal atau aktiva

Contoh 1

PT. Monetta memproduksi ikat pinggang dalam pabrik yang berkapasitas 1500 satuan pertahun . Untuk tahun anggaran 2012 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan menjual produk tersebut sebanyak 1000 satuan dengan harga jual sebesar Rp.5000 persatuan. Anggaran biaya untuk tahun tsb sbb:

Persatuan                             Total

Biaya Variabel:

By. Produksi variabel                     Rp.800                                   Rp.800.000

By. Komersial variabel                         300                                           300.000

Biaya Tetap:

By.Produksi tetap                                700                                             700.000

By. Komersial tetap                             600                                             600.000

                                                   Rp.2400                               Rp2.400.000                            

Misal perusahaan menerima pesanan khusus sebanyak 350 satuan produk tersebut dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan Rp.2000 perpesanan.

Pendapatan diferensial :                 350 satuan x Rp.2000             Rp.700.000

Biaya diferensial:

By. Produksi Variabel                                Rp.280.000

By. Komersial Variabel                              Rp.105.000

                                                                                                                     Rp.385.000

Laba Diferensial                                                                            Rp. 315.000               

Contoh 2:

PT Panfix  memproduksi minuman rasa strawberry dengan kemasan kaleng. Perusahaan ini memiliki kapasitas normal 8.000 kaleng dan biasa menjual dengan harga Rp.2500,00/ kaleng.

Adapun rincian biaya yang dibutuhkan dalam memproduksi satu kaleng adalah sebagai berikut:

Bahan Minuman

Kaleng

Upah langsung

Penyusutan Fasilitas

Gaji Tetap

Rp.   500,00

Rp.   400,00

Rp.   300,00

Rp.   200,00

Rp.   100,00

 

 

 

/ Rp. 1.600.000,00 per 8.000 kaleng

/ Rp.      50.000,00 per tahun

  Rp. 1.500,00  

Pada saat ini, PT. Panfix  mempunyai rencana produksi untuk menjual 6000 kaleng.

 

Pertanyaan :

Sebuah klub basket mengajukan penawaran pembelian minuman sebanyak 1500 kaleng dengan harga per kaleng Rp. 1400,00.  Apakah  PT. Panfix akan menerima atau menolak pesanan khusus tersebut?

Penyelesaian:Untuk mengambil keputusan ini, kita akan menggunakan konsep Biaya Relevan.

Dari kasus diatas, kita memperoleh informasi bahwa :

Kapasitas normal PT. Panfixadalah 8.000 kaleng dengan harga Rp. 2.500,00.

PT. Panfix menerima penawaran sebanyak 1.200 kaleng, namun dengan harga dibawah harga jual, yaitu Rp. 1000,00.

Total biaya variabel per botol adalah Rp. 1.200,00, sedangkan biaya tetap terdiri atas biaya penyusutan dan gaji tetap (Rp. 300,00)

Dari informasi ini,  langkah yang pertama yang harus kita lakukan adalah memisahkan antara biaya relevan dan biaya tidak relevan dari masing-masing biaya yang terjadi. Untuk keperluan tersebut, lihatlah tabel berikut:

Jenis Biaya

Dipengaruhi /tidak oleh perubahan volume

Berubah/tidak jika pesanan ditolak/diterima

Biaya Relevan / Tidak Relevan

Sudah / akan dikeluarkan

1.     Biaya bahan minuman

2.     Kaleng

3.     Upah langsung

4.     Biaya penyusutan      fasilitas

5.     Biaya gaji tetap.

Dipengaruhi

 

Dipengaruhi

Dipengaruhi

 

Tidak

 

 

Berubah

 

Berubah

Berubah

 

Tidak

 

 

Relevan

 

Relevan

Relevan

 

Tidak

 

 

Akan

 

Akan

Akan

 

Sudah

 

 

 

PT. PANFIX

LAPORAN PEMILIHAN ALTERNATIF

MENOLAK ATAU MENERIMA PESANAN MINUMAN KALENG

 

MENOLAK PESANAN

MENERIMA PESANAN

Penjualan Reguler

(volume X harga satuan)

6000 unit X Rp. 2500,00

Rp   15.000.000,00

Rp   15.000.000,00

Penjualan khusus

(1500 X Rp. 1400,00)

 

Rp     2.100.000,00

Total Penjualan

Rp   15.000.000,00

Rp   17.100.000,00

Biaya Relevan

Biaya bahan minuman

 

 

6000 unit x Rp. 500,00

 Rp     3.000.000,00

 

6000 + pesanan khusus

(6000 + 1500) Rp. 500,00

Rp     3.750.000,00

Biaya Kaleng 6000unit xRp.400,00

Rp     2.400.000,00

7500 unit x Rp. 400,00

Rp    3.000.000,00

Biaya upah langsung 6000 unit x Rp. 300,00

Rp     1.800.000,00

7500 unit x Rp. 300,00

Rp    2.250.000,00

Total Biaya Relevan

    Rp    7.200.000,00

Rp    9.000.000,00

 Biaya Tidak Relevan

Penyusutan fasilitas

Gaji tetap

 

Rp.    2.000.000,00

Rp          50.000,00

 

                  Rp.   2.000.000,00

                  Rp         50.000,00

Total Biaya Tidak Relevan

Rp.    2.050.000,00

                 Rp. 2.050.000,00

Total Biaya

Rp     9.250.000,00

Rp. 11.050.000,00

Laba ( penjualan-total biaya)

Rp.    5.750.000,00

Rp.   6.050.000,00

 

 

KESIMPULAN :

Dengan hasil tersebut, maka sebagai pengambil keputusan tentunya kita akan memilih alternatif : menerima pesanan khusus dari klub olah raga. Berdasarkan perhitungan diatas, menerima pesanan khusus menghasilkan lebih banyak keuntungan daripada menolak pesanan khusus tersebut.

Contoh dengan tambahan modal atau aktiva

PT. Wastu Kancana yang berlokasi di Bandung adalah perusahaan yang memproduksi jam tangan. Perusahaan mempunyai kapasitas untuk memproduksi 1400 jam setiap bulannya., meskipun perkiraan penjualan untuk bulan Maret hanya sebanyak 875 jam tangan. Karena permintaan musiman atas jam tangan tersebut. Seorang eksportir yang berada di luar kota memberikan penawaran untuk membeli 425 jam tangan dengan harga Rp 20.000 per unit untuk dipasarkan ke wilayah Kalimantan. Harga jual normal per unitnya adalah Rp 65.000. Biaya variabel untuk memproduksi sebuah jam tangan adalah Rp 10.000 dan biaya tetap pabrikasi bulanan adalah Rp 27.255.000. Semua beban penjualan dan administratif adalah tetap dan jumlahnya Rp 1.400.000 setiap bulan. Tidak diperlukan tambahan beban penjualan dan administratif untuk pesanan khusus tadi, namun demikian diperlukan biaya untuk membeli peralatan khusus seharga Rp 2.456.000 untuk membuat hiasan dipinggir jam tangan tersebut dalam memenuhi pesanan khusus tersebut. Apakah pesanan khusus itu sebaiknya diterima atau ditolak oleh PT. Wastu Kancana?

Penyelesaian:

Apabila manajer mengambil keputusan berdasarkan biaya produksi rata-rata per jam tangan makan pesanan itu akan ditolak karena harga jual sebesar Rp 20.000 lebih rendah dibandingkan dengan biaya rata-rata Rp 22.862 (Rp 10.000+Rp 29.711.000/Rp1300)

Walaupun demikian, biaya produksi rata-rata tidaklah relevan, seperti yang diperlihatkan oleh analisis diferensial :

  

Dengan

Pesanan

Tanpa

Pesanan

Analisis

Diferensial

  
Penjualan:
(875×65,000)

56,875,000

56,875,000

(PendapatanDiferensial)
(425×20,000)

 8,500,000

8,500,000

Biaya Variabel:
(875×10,000)

(8,750,000)

(8,750,000)

(BiayaDiferensial)
(425×10,000)

(4,250,000)

(4,250,000)

Marjin Kontribusi

52,375,000

48,125,000

4,250,000

 
Biaya Tetap:
Pabrikasi – Reguler

(27,255,000)

(27,255,000)

(BiayaDiferensial)
                    Tambahan

(2,456,000)

(2,456,000)

Penjualan dan administratif

(1,400,000)

(1,400,000)

 

Laba Bersih

21,264,000

19,470,000

1,794,000

2 thoughts on “Menerima Atau Menolak Pesanan Khusus

  1. Ping-balik: Tugas Ekonomi Teknik (softskill) « ….Through My Words

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s