Budaya Korupsi di Indonesia Apakah dapat dimusnahkan?

Setiap menonton televisi ataupun membaca surat kabar hal yang disuguhkan selalu kasus korupsi. Terlalu sering melihat dan membaca kasus korupsi sampai-sampai mata dan telinga ini rasanya ingin berteriak “Kapan sih korupsi ini hilang dari Indonesia ?”.

Lantas, Sebenarnya apa sih korupsi itu?Menurut Mochtar Mas’oed (1994) : korupsi adalah transaksi dimana satu pihak memberikan sesuatu yang berharga untuk memperoleh imbalan berupa pengaruh atas keputusan-keputusan pemerintah.

Korupsi di Indonesia terjadi di berbagi bidang mulai dari bidang politik, ekonomi, bahkan di dalam dunia pendidikan pun tidak terlepas dari korupsi. Sungguh ironi.

Dari survey yang dilakukan oleh transparency.org, sebuah badan independen pada tahun 2012 dari 146 negara, tercatat data 10 besar negara yang dinyatakan sebagai negara terkorup, negara mana sajakah itu?

Berikut adalah Daftar 10 negara terkorup di Dunia
1. Azerbaijan
2. Bangladesh
3. Bolivia
4. kamerun
5. Indonesia
6. Irak
7. Kenya
8. Nigeria
9. Pakistan
10. Rusia.

Dari data di atas, Indonesia berada di peringkat ke 5 negara terkorup di dunia, namun di tingkat asia pasifik, negara kita adalah yang terkorup.
Berikut adalah 5 besar negara paling korup di Asia-Pasifik :
1. Indonesia
2. Kamboja
3. Vietnam
4. Filipina
5. India

Sebagai warga negara kita pasti marah dan malu, jika Indonesia dikatakan negara korup. Namun kenyataannya memang seperti itu.

Ada slogan yang berbunyi “Katakan Tidak Pada Korupsi” . Slogan tersebut diungkapkan oleh suatu kader partai politik pada tahun 2009. Pada saat itu rakyat merasa terbius bahwa ternyata Pejabat Pemerintah anti korupsi. Namun pada kenyataannya slogan tersebut hanya berbungkus manis belaka karena didalamnya terdapat kepalsuan. Hal itu disebabkan “mereka” yang selalu menyatakan anti korupsi dan selalu mengajak masyarakat untuk  memerangi korupsi pada kenyataannya mereka jugalah yang melakukan korupsi.

Kata “korupsi” mungkin sudah tidak aneh didengar oleh masyarakat mulai dari masyarakat kota sampai masyarakat yang berada di pelosok-pelosok daerah. Korupsi di Indonesia mungkin sudah jadi “Budaya”. Tapi apakah kita merasa senang dengan budaya negatif seperti itu? Tentu saja tidak. Dapatkah budaya negatif seperti korupsi dihilangkan dari Indoneseia? Memang sangat sulit untuk menghancurkan budaya korupsi sampai ke akar-akarnya. Pasalnya bukan hanya kalangan pejabat saja yang melakukan tindak pidana korupsi, kalangan non pejabat juga banyak yang memakan uang haram hasil korupsi, tidak terkecuali rakyat kecil.

Ada korupsi kecil-kecilan sampai korupsi besar-besaran. Contoh korupsi kecil:

“Seorang siswa meminta uang untuk membeli buku pelajaran seharga Rp 50.000, padahal harga bukunya hanya Rp 30.000”

Seorang anak saja bisa melakukan korupsi terhadap orang tuanya. Bila ditanya kenapa mereka melakukan hal itu, pasti jawabannya untuk nambahin uang saku. Nah loh, kenapa bisa?

Seorang anak saja bisa melakukan korupsi walaupun nilainya kecil, bagaimana dengan pejabat?

Tidak ada profesi yang bebas dari godaan untuk korupsi. Semuanya rentan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Diperlukan iman yang kuat dan pikiran yang jernih untuk mengatakan tidak pada korupsi.

Faktor apa saja yang bisa mendorong seseorang melakukan korupsi?

Menurut Erry R. Hardjapamekas, kasus korupsi di negeri ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

a.Kurang keteladanan dan kepeminpinan elite bangsa.

b.Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil.

c.Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan.

d.Rendahnya integritas dan profesionalisme.

e.Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan,keuangan, dan birokrasi belum mapan.

f.Kondisi lingkungsn kerja, tugas jabatan, dan lingkungan masyarakat.

g.Lemahnya keimanan, kejujuran, rasa malu, moral, dan etika.

Banyak sekali kasus korupsi yang terjadi di Indonesia diantaranya yang masih hangat adalah kasus korupsi hambalang, kasus simulator sim, proyek wisma atlet, dll.

Korupsi yang terjadi di Indonesia seperti kasus tersebut  menimbulkan dampak yang negatif bagi perkeonomian negara seperti mengurangi pendapatan dari sektor publik dan meningkatkan pembelanjaan pemerintah untuk sektor publik. Korupsi juga  memperbesar angka kemiskinan. Kenapa bisa seperti itu? Karena sektor perekonomian di Indonesia menjadi terhambat yang berujung kepada meluasnya angka kemiskinan masyarakat, program-program pemerintah yang tidak mencapai sasaran, hingga mengurangi potensi pendapatan yang diterima oleh masyarakat miskin.

Lantas, bagaimana untuk menghilangkan budaya korupsi?

Menurut saya, hal itu bisa dimulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah melakukan korupsi, misal jangan korupsi waktu, korupsi omongan, apalagi korupsi uang. Bila diri kita sudah bersih dari korupsi bisa deh diperluas lagi dengan membudayakan anti korupsi, kepada keluarga, dan lingkungan.

Jadi, ayo bersama-sama untuk menghilangkan budaya korupsi di Indonesia dan  nyatakan diri “Bebas dari Korupsi”.

Insya Allah dengan semangat yang sama suatu saat korupsi di Indonesia bisa dihilangkan sampai ke akar-akarnya. AMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s