Subsidi BBM, Solusi atau Masalah?

Bahan Bakar Minyak(BBM) sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Bahan bakar minyak adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Semakin hari jumlahnya semakin berkurang, dan kita harus menggunakan sumber  daya  tersebut secara bijak.

Isu kenaikan BBM dari tahun ke tahun selalu membuat panik dan membebani pikiran kita. Pasalnya kenaikan BBM tidak sebanding dengan jumlah pendapatan rata-rata masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah. Naiknya harga BBM dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kemiskinan dan pengangguran di negara kita, dan sebagai negara yang masih berkembang pembangunan ekonomi di Indonesia akan menjadi terhambat.

Apakah pemberian subsidi BBM merupakan jalan keluar untuk mencegah kenaikan BBM?

Subsidi adalah penetapan harga dibawah pasar. Subsidi sering disebut sebagai pemborosan karena tidak mengizinkan mekanisme harga bekerja secara sempurna.Subsidi  yang diberikan pemerintah tidak berjalan efektif dan terkesan sia-sia  bahkan membuat masyarakat sengsara, dan perekonomian Indonesia pun menjadi semakin parah. Pada dasarnya subsidi yang diberikan pemerintah ditujukan kepada masyarakat golongan menengah kebawah, namun nyatanya yang terjadi saat ini penyebaran dana subsidi tidak pernah tepat sasaran. Dana yang seharusnya diberikan kepada masyarakat golongan menengah kebawah itu faktanya lebih banyak diterima oleh golongan menengah keatas, yang menyebabkan masyarakat menengah kebawah merasa dirugikan. Dan kini masyarakat menuntut penyelesaian yang lebih efektif dan efisien dibanding memberi subsidi yang justru penyalurannya tidak pernah tepat sasaran, agar dampak kenaikan BBM tidak membuat masyarakat khawatir dan bisa membuat masyarakat khususnya golongan menengah ke bawah lebih sejahtera.

Rencananya Pemerintah akan menganggarkan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tahun depan Rp 193,8 triliun. Suatu jumlah yang besar, namun dinilai  tidak tepat sasaran.

Saya pribadi pun tidak setuju dengan adanya subsidi BBM karena selain penyalurannya yang tidak merata, pemberian subsidi BBM telah membebani negara. Anggaran yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk jalur lain harus dialokasikan untuk subsidi BBM yang tidak efektif dan efisien pemanfaatannya.

Bila ditanya mengenai kenaikan BBM apa yang ada di benak Anda, pro atau kontra?

Mungkin sebagian besar masyarakat akan menentang kenaikan BBM tersebut. Sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. Salah satunya pasti akan ada demo besar-besaran dimana-mana untuk menentang kenaikan BBM.

Tapi, sebenarnya apakah masyarakat paham alasan dibalik naiknya harga BBM?

Banyak yang beranggapan kenaikan BBM hanya akan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih buruk. Padahal sebenarnya kenaikan BBM ditujukan untuk menyelamatkan APBN, dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menyelamatkan penyelenggaraan kegiatan negara lainnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi dan lainnya.

Sosialisasi mengenai seluk-beluk kenaikan BBM sangat diperlukan. Masyarakat harus diberi pengertiaan bahwa sebenarnya subsidi itu tidak baik untuk keuangan negara dan kenaikan BBM bukan untuk menyengsarakan rakyat tapi sebaliknya untuk kebaikan rakyat pula.

Penghematan pemakaian BBM akankah mengurangi beban anggaran pemerintah?

Penggunaan BBM harus dilakukan secara bijak. Sebagai masyarakat yang baik kita harus menggunakan BBM dengan hemat. Penghematan pemakaian BBM tentunya akan  mengurangi beban anggaran pemerintah. Mengapa demikian? Karena semakin sedikit BBM yang digunakan maka semakin sedikit pula anggaran yang dikeluarkan pemerintah, sebaliknya semakin banyak BBM yang digunakan maka semakin besar pula anggaran yang dikeluarkan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM.

District Manager PT Shell Indonesia Armita Indradini mengatakan, cara mengemudi yang benar ternyata dapat menghemat BBM. “Perilaku berkendaran yang benar adalah salah satu faktor penting dalam mencapai konsumsi bahan bakar yang efisien,” katanya saat jumpa pers tentang Shell Fuel Economy di Jakarta.

Berikut enam tips mengenai perilaku berkendara yang benar:

1. Menjaga jarak kendaraan dengan mengantisipasi pergerakan kendaraan lain sehingga tidak perlu berakselerasi dan mengerem mendadak.

2. Gunakan gigi tinggi dengan mengoptimalkan putaran mesin 2.000 RPM dan naikkan posisi gigi tertinggi sesuai kebutuhan.

3. Kurangi kerja mesin dengan mematikan AC ketika tidak diperlukan.

4. Kurangi bobot kendaraan karena semakin banyak beban kendaraan berarti semakin banyak beban kerja mesin yang menguras BBM.

5. Rencanakan perjalanan anda dengan mencari rute terbaik atau jalan alternatif serta perbanyak informasi lalu lintas seperti titik-titik kemacetan.

6. Perlambat kendaraan 10 persen lebih cepat di atas 80 km/jam artinya jika anda mengendarai mobil di atas 80 km/jam maka jumlah bahan bakar yang dikeluarkan akan lebih banyak 10 persen – 20 persen.(Ant/wtr5).

Ternyata tidak sulit untuk menghemat pemakaian BBM. Hanya saja diperlukan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk mulai melakukan penghematan BBM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s