Menjadi Wirausaha Solusi Mengatasi Pengangguran

Salah satu masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pengangguran. Menganggur tidak sama dengan tidak bekerja atau tidak mau bekerja. Orang yang tidak mau bekerja tidak bisa dikatakan sebagai penganggur. Mengapa demikian? Karena kalau dia mau mencari pekerjaan, mungkin dengan segera akan mendapatkannya. Banyak alasan yang menjadikan seseorang tidak mau bekerja, diantaranya seorang ibu yang harus mengasuh anak-anaknya, anak-anak yang masih sekolah atau kuliah, atau mungkin juga karena orang itu memang sudah kaya. Jadi kalau tidak bekerjapun tidak akan menjadi masalah.

Menurut Payman J. Simanjuntak. Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan. Masalah pengangguran bukanlah hal yang bisa disepelekan. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah sosial lainnya. Masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sangat erat dengan pengangguran yang jumlahnya semakin lama semakin banyak.Jika kondisi perekonomian Indonesia baik, maka secara otomatis penyerapan tenaga kerja juga baik.

Berikut adalah data angkatan kerja selama 3 tahun terakhir :

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama, 2010–2012

(juta orang)

 

 

Jenis Kegiatan Utama

2010

2011*

2012
Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Angkatan Kerja

116,0

116,53

119,40

117,37

120,41

Bekerja

117,41

108,21

111,28

109,67

112,80

Penganggur

8,59

8,32

8,12

7,70

7,61

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%)

67,83

67,72

69,96

68,34

69,66

3. Tingkat Pengangguran Terbuka (%)

7,41

7,14

6,80

6,56

6,32

4. Pekerja tidak penuh

32,80

33,27

34,19

34,59

35,55

Setengah penganggur

15,27

5,26

15,73

13,52

14,87

Paruh waktu

17,53

18,01

18,46

21,06

20,68

*) sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final)

Sumber : bps

Sungguh sangat memprihatinkan jika melihat data tersebut.  Angka pengangguran di Indonesia masih tergolong tinggi. Bagaimana tidak ? Coba bayangkan  berapa banyak jumlah lulusan di Indonesia setiap tahunnya baik dari bangku SMA ataupun Perguruan Tinggi. Tidak semua lulusan bisa diserap dalam dunia kerja. Mungkin hanya sekitar beberapa persen saja.

Banyak sekali kendala dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Seperti kurangnya peran pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan, kurangnya minat untuk berwirausaha, banyak yang pilih-pilih dalam mencari pekerjaan,dll.

Peran pemerintah saja tidak cukup jika masyarakat kurang mendukung. Masyarakat juga harus aktif dalam memerangi masalah pengangguran. Peran dunia pendidikanpun sangat besar dalam menurunkan jumlah pengangguran di Indonesia. Pada umumnya siswa mungkin hanya mengenal teori-teori saja tanpa kemampuan mengaplikasikan dalam lingkungan. Hal ini bisa diartikan output yang dihasilkan tidak sesuai dengan input. Sistem pendidikan yang baik sangat diperlukan dalam hal ini.

Semakin bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia menyebabkan dampak yang buruk bagi perekonomian negara. Berikut adalah dampak pengangguran terhadap  perekonomian suatu negara :

  • Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya
  • Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang
  • Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang

Sebenarnya banyak solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Salahsatunya adalah dengan berwirausaha.

Pada umumnya tujuan seseorang bersekolah ataupun kuliah adalah LULUS dan mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan kerja. Padahal jika seseorang bisa menciptakan lapangan kerja, secara tidak langsung ia telah membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Tidak sulit untuk menjadi wirausaha. Asalkan ada niat yang sungguh-sungguh tidak mustahil bisa menjadi wirausaha yang sukses.

Untuk menjadi wirausaha yang sukses tidak hanya modal saja yang diperlukan, tetapi ada beberapa hal lainnya.

Berikut adalah beberapa kiat untuk menjadi wirausaha yang sukses:

  • Awali Dengan Impian dan Imajinasi
  • Semangat dan Kegigihan
  • Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis
  • Berani Mengambil Resiko
  • Kerja Keras
  • Jangan Takut Modal Kecil
  • Bersedia Menerima Kritikan Dan Nasehat Dari Orang Lain
  • Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain
  • Jeli Membaca Peluang
  • Tidak Suka Menunda
  • Jangan Takut Gagal

Pada praktiknya memang tidak mudah, kunci keberhasilan tetap ada di tangan kita  sendiri.

“So, welcome to the world of entrepreneurship “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s