Produk China vs Produk Lokal

Apa yang ada di benak Anda jika mendengar kata ”Produk China”. Ya, pasti sebagian besar memiliki jawaban yang sama, yaitu produk murah meriah. Produk China sangat laku di Indonesia. Mulai dari alat elektronik, furniture, mainan anak, sampai tekstil. Hal ini bisa dibuktikan dari salah satu produk China yang sangat laku di pasaran, yaitu penjualan telepon genggam buatan China telah merebut hati banyak konsumen di Indonesia, sehingga pangsa pasar telepon genggam dikuasai China dan mengancam produk buatan yang lainnya, seperti Eropa. Bukan hal yang sulit untuk menemukan produk buatan China. Hampir di seluruh pelosok negeri ini dapat kita jumpai. Kekuatan produk ini terletak pada harganya yang murah. Namun, sadarkah Anda dibalik harganya yang murah itu, apakah kualitas barang yang dihasilkan bagus? Belum tentu. Produk China terkenal dengan harga yang murah dan berkualitas seadanya. Sungguh ironi. Mereka lebih mengutamakan kuantitas dibandingkan dengan kualitas.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pada kenyataannya sebagian besar masyarakat Indonesia lebih dominan membeli produk buatan China dibandingkan hasil produksi dalam negeri. Hal ini membuat para pedagang lebih suka untuk menjual produk import dari China dibandingkan dengan produk lokal Indonesia. Apalagi, jika produk China yang dijual laku keras di pasaran, sudah tentu para pedagang akan meraup kekuntungan yang besar.

Masuknya produk China ke Indonesia mulai terjadi setelah diberlakukannya Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) pada bulan Januari 2010. Tidak sampai satu tahun produk China telah menguasai setiap lini di negeri ini.

Masyarakat Indonesia khususnya golongan menengah ke bawah sudah pasti akan lebih memilih untuk membeli produk yang harganya murah dibandingkan dengan produk yang mahal. Asalkan harganya murah dan terjangkau masalah kualitas mereka kesampingkan.

Yang patut dipertanyakan adalah “Apakah konsumen bisa membedakan produk buatan China dan Produk Lokal?” Belum tentu. Bagi orang awam sangat sulit untuk membedakan keduanya. Pasalnya banyak produk China yang memakai merk produk lokal. Alhasil, banyak konsumen yang tertipu. Mereka mengira produk yang mereka beli adalah produk lokal padahal kenyataannya adalah produk buatan China.

Maraknya produk China di Indonesia membuat produk lokal sulit bersaing. Banyak sekali kendala yang dihadapi produk buatan asli Indonesia. Salah satunya adalah harga bahan baku yang mahal. Dengan menggunakan harga bahan baku yang mahal membuat ongkos produksi menjadi tinggi. Tak ayal produk yang dihasilkan pun akan dijual dengan harga yang tinggi.

Pada semester pertama di tahun 2012, Indonesia mencatat defisit perdagangan dengan China, sebesar USD 4,045 milyar. Hal itu berarti transaksi impor China-Indonesia lebih besar daripada transaksi ekspor Indonesia-China.

Merajalelanya produk China di Indonesia membawa dampak negatif bagi perekonomian negara. Salah satunya adalah banyak perusahaan manufaktur yang beralih ke sektor perdagangan. Akibat pengalihan ini tidak sedikit karyawan yang harus di PHK dan tindakan perusahaan semakin memperparah angka pengangguran di Indonesia.

Pemerintah tidak boleh tinggal diam dan berpangkutangan melihat polemik permasalahan ini. Peran pemerintah amat sangat diperlukan. Pemerintah harus bertindak cepat dan cerdas. Jangan sampai Indonesia berlarut-larut dengan masalah ini tanpa ada penyelesaian yang pasti. Sadar atau tidak ini adalah bentuk penjajahan secara tidak langsung.

Pemerintah harus membuat kebijakan agar produk dalam negeri tidak kalah saing dengan produk buatan China. Pemerintah Indonesia perlu membatasi produk China yang masuk untuk melindungi produsen-produsen lokal yang lambat laun akan semakin berkurang. Apabila pemerintah tidak bergerak dengan cepat maka dikawatirkan akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap industri lokal.

Bukan hanya pemerintah yang harus memikirkan jalan keluar untuk masalah ini. Peran dan kerjasama dari masyarakat juga sangat diperlukan. Masyarakat harus menanamkan rasa cinta pada produk lokal. Jika masyarakat memiliki kesadaran seperti itu sudah dapat dipastikan, lambat laun produk lokal akan maju dan mengalahkan produk China.

Jadi, cintailah produk lokal buatan anak bangsa!

 

3 thoughts on “Produk China vs Produk Lokal

  1. Ping-balik: PERLINDUNGAN HUKUM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) | vikisetiadi

  2. Ping-balik: PERLINDUNGAN HUKUM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) | thisisdanawriting

  3. Ping-balik: PERLINDUNGAN HUKUM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) | radityoyuditama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s