Ditjen Pajak Akan “Paksa” Masyarakat Bayar Pajak

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menggandeng Kepolisian RI dan Kejaksaan guna memaksimalkan penerimaan pajak negara. Kedua penegak hukum ini diajak agar masyarakat untuk membayar pajak.

“Memang harus ada unsur penegakan hukumnya, dalam UU pajak dan pungutan lain yang sifatnya memaksa untuk keperluan negara, diatur oleh Undang-Undang,” ujar Dirjen Pajak Fuad Rahmany, di Kantor DJP, Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Fuad mengatakan, dalam Undang-Undang (UU) kata memaksa tersebut merupakan pesan dari fakta bahwa sebagian besar atau secara umum terdapat masyarakat atau perusahaan yang lupa ataupun berusaha menghindari untuk bayar pajak.

“Kami sudah sosialisasi terus menerus untuk membayar pajak, tetapi inilah yang kita liat dengan acara penyuluhan dan sosialisasi, perusahaan baru membayar pajak 10 persen sedangkan indiVidu baru 30 persen,” ujar Fuad.

Menurut dia, DJP akan akan menggandeng para penegak hukum untuk mendampingi para pegawai DJP di lapangan kala dibutuhkan. “Kita akan tetap ramah tamah, tetapi penegasan itu sudah waktunya,” kata dia.

Fuad berjanji, DJP tidak akan langsung melakukan pemaksaan. Menurutnya, imbauan yang ingin berhasil memang diperlukan dengan adanya penegasan. “Kalau imbauan-imbauan yang terlalu ramah, tetapi tidak ada penegasan-penegasan maka tampaknya kepatuhan wajib pajak makin tetap rendah,” ujar Fuad.

Dia melanjutkan, ada beberapa upaya yang sudah dilakukan, beberapa sudah dilakukan juga dengan pihak asing. “Artinya seperti di negara lain, kalau bandel terus ya nanti akan berurusan dengan penegak hukum, Yang nanti mungkin akan didampingi kepolisisan, menggedor pintu agar mereka membayar pajak,” tukas dia.

Sumber :

http://economy.okezone.com/read/2012/10/24/20/708541/ditjen-pajak-akan-paksa-masyarakat-bayar-pajak

Analisis :        

Saya sangat mendukung tindakan Ditjen pajak yang akan memaksa masyarakat untuk membayar pajak. Pajak memang iuran yang sifatnya bisa dipaksakan. Uang hasil dari pemungutan pajak itu sendiri sebenarnya digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kesadaran untuk membayar pajak harus ditanamkan sejak dini. Pemerintah harus sering melakukan sosialiasi tentang pentingnya membayar pajak. Bukan hanya kepada masyarakat umum, para pengusahapun juga harus disosialisasikan. Jika bangsa ini sudah mengetahui dan sadar betapa pentingnya membayar pajak, maka tidak perlu lagi ada kata “paksaan” untuk membayar pajak. Mereka akan secara sadar dan sukarela dalam memenuhi kewajiban untuk membayar pajak. Dan pemerintah yang sudah diberi kepercayaan oleh rakyat dalam mengolah dana hasil pajak, harus bersikap jujur. Jangan sampai terjadi penyelewengan uang hasil pajak. Tidak sedikit uang hasil pajak yang terkumpul setiap tahunnya. Hasil pungutan pajak tersebut harus bisa dipergunakan untuk memajukan negeri ini, seperti membiayai pendidikan, perbaikan fasilitas umum, mengentaskan kemiskinan, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s