Harga Daging Sapi Meroket, Ancam Usaha Warung Makan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mogoknya pedagang daging sapi karena harga daging sapi yang sempat menembus angka Rp 100 ribu per kilogram disoroti oleh Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya dan menilai pemerintah sangat egois.

Menurut Ketua KDS Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, keegoisan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian yang ngotot tidak mau menambah kuota daging sapi import dengan alasan bahwa daging lokal mampu mensuplai kebutuhan pasar, kembali terbantahkan. Gejolak harga daging sapi terjadi kembali harga sejak Lebaran sampai saat ini tetap pada kisaran Rp 90 ribu setelah menembus harga Rp 120 ribu per kilogram saat Idul Fitri.

“Yang kena imbasnya para pelaku UKM yang membutuhkan daging sapi sebagai bahan baku utama,” ujar Sarman, Minggu (18/11/2012) di Jakarta.

Disaat UKM sedang tumbuh dengan baik yang mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, kata Sarman, pemerintah justru tidak mampu memberikan dukungan yang positif bahkan yang terjadi adalah menghambat agar UKM tidak berkembang.

“Pasokan daging sapi yang dibutuhkan puluhan ribu pedagang bakso, warung makan, pedagang daging, dan sebagainya terancam tutup akibat harga daging sapi yang melambung tinggi dan langka,” cetusnya.

Sarman menambahkan, gejolak harga daging sapi ini sudah terjadi beberapa kali namun Kementerian Pertanian tetap pada data yang dimiliki bahwa daging sapi lokal tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. Menurutnya jika memang ada stok daging atau sapi lokal, kenapa di pasaran langka dan harga melambung tinggi.

“Data jangan hanya di atas kertas, yang kita harapkan adalah fakta dan kenyataan di lapangan,” jelasnya.

Sumber :

http://jakarta.tribunnews.com/2012/11/18/harga-daging-sapi-meroket-ancam-usaha-warung-makan

Analisis :

Daging sapi merupakan salah satu target swasembada pangan pada tahun 2014 yang harus dicapai. Kenyataan bahwa kesulitan dalam mencapai swasembada daging sapi memang sudah terlihat sejak awal. Rasanya tidak mudah untuk mencapai swasembada pangan daging sapi di tahun 2014 mendatang. Hal ini terlihat dengan tindakan pemerintah beberapa hari yang lalu untuk membatasi quota impor daging sapi, yang telah menuai protes berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, pedagang, sampai konsumen. Selama beberapa hari tidak ada aktivitas pemotongan daging sapi. Akibatnya kebutuhan daging sapi dalam negeri tidak bisa terpenuhi. Ancaman bangkrutnya usaha yang menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya bisa menjadi kenyataan, tidak terkecuali usaha warung makan. Bisa dihitung berapa kerugian yang diderita karena perhentian usaha ini. Jika masalah ini berangsur lama maka dapat dipastikan banyak usaha termasuk warung makan yang akan gulung tikar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s