Investasi Perikanan Tak Dorong Tenaga Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com — Investasi perikanan di Indonesia belum memberi manfaat optimal, untuk penyerapan tenaga kerja. Sepanjang periode tahun 2009-2011, investasi perikanan meningkat 230 persen, tetapi industri perikanan hanya mampu menyerap kurang dari 250.000  tenaga kerja.

Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik di Jakarta, Kamis (8/11/2012).

“Industrialisasi perikanan yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan ditargetkan untuk meningkatkan nilai tambah dan serapan tenaga kerja. Namun, praktik yang berjalan justru sebaliknya. Penyerapan tenaga kerja yang lemah,” ujar Riza.

Kondisi itu diperparah dengan rencana pemerintah melonggarkan penggunaan anak buah kapal (ABK) asing, pada kapal-kapal ikan eks asing berbendera Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang menyusun draf Perubahan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 49 Tahun 2011 tentang Usaha Penangkapan Ikan.

“Investasi perikanan belum memberi manfaat bagi peningkatan serapan tenaga kerja nasional. Oleh karena itu, pengurangan dan hingga penghapusan tenaga kerja asing perlu didorong untuk memberi kesempatan yang lebih luas bagi tenaga kerja dalam negeri,” ujar Riza.

Sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/08/18440139/Investasi.Perikanan.Tak.Dorong.Tenaga.Kerja

Analisis :

Investasi yang ada di Indonesia dapat menjadi titik terang dalam mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini. Termasuk dengan adanya investasi perikanan. Seharusnya banyak tenaga kerja yang bisa diserap karena adanya investasi tersebut. Jika dalam prakteknya ternyata penyerapan tenaga kerja tidak sesuai dengan yang diharapkan berarti investasi tersebut  tengah menemui kendala. Dan kendala yang dihadapi harus segera diatasi dengan cepat dan tepat. Saya sangat tidak setuju dengan rencana pemerintah yang akan menggunakan ABK asing didalam investasi perikanan. Rencana pemerintah tersebut seharusnya dikaji ulang. Penyerapan tenaga kerja dalam negeri saja belum maksimal, mengapa pemerintah mengambil tindakan untuk memperkerjakan tenaga asing. Padahal tenaga kerja Indonesia pada dasarnya cukup berkualitas. Tindakan pemerintah yang akan menggunakan tenaga asing hanya akan memperparah jumlah pengangguran saja. Pemerintah tidak berpikir jauh kedepan. Semakin banyak pengangguran, semakin tinggi angka kemiskinan. Dan upaya untuk mensejahterakan rakyat dirasa semakin sulit seiring bertambahnya jumlah masyarakat miskin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s