Hutang negara berbanding lurus dengan korupsi Ekonomi & Bisnis

MEDAN – Analis Ekonomi Syariah dari Institut agama Islam Negeri  (IAIN)  Sumatera Utara,  Amiur Nuruddin menjelaskan, bahwa krisis utang negara ini dialami oleh seluruh negara akibat krisis ekonomi global.

Namun sebaiknya Indonesia harus mengkaji kembali utang negara ini karena dinilai sangat mengkhawatirkan. Beliau mengaku menyetujui adanya keputusan kementrian mengenai pembatasan utang luar negeri yang membebani APBN. Menurutnya, utang terbesar Indonesia sebanyak Rp288 triliun lebih kepada negara Jepang.

Hal tersebut mengomentari meningkatnya utang luar negeri Indonesia. Menurut Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Lota S Ginting, rasio utang negara hingga akhir Oktober kembali naik menjadi 23,3%. Hal ini disebabkan oleh ada penambahan utang dalam sebulan terakhir senilai Rp16 triliun.

Dia menyebutkan, nilai SBN naik dari Rp1.338 triliun hingga September 2012 menjadi Rp1.359 triliun hingga Oktrober 2012. Sementara nilai pinjaman mengalami penurunan dari Rp638 triliun di September 2012 menjadi Rp633 triliun. Secara keseluruhan, total utang Indonesia mencapai Rp1.992 triliun. Diperkirakan rasio utang pemerintah akan kembali meningkat karena adanya penambahan utang pada November dan Desember 2012, seperti obligasi yen dan sukuk global tersebut.

Menurut  Nuruddin, meningkatnya utang negara berbanding lurus dengan tingkat korupsi di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan perspektif ekonomi Islam yang menghindari hutang.

“Seharusnya negara mampu memberdayakan sumber daya yang ada di dalam negeri sendiri.” katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Seharusnya hutang-hutang tersebut diseleksi kembali dan diarahkan pada proyek infrastruktur. Namun kenyataannya dengan tindakan-tindakan korupsi yang ada malah memangkas dana tersebut sehingga sasaran hutang tidak bermanfaat serta tidak sesuai dengan perencanaan.

“Hutang-hutang tersebut kan berbunga. Ini sama saja membebankan generasi yang akan datang.” tegasnya. Ia juga menuturkan, dengan hutang yang demikian banyak mencerminkan bahwa basis perekonomian Indonesia tidak kuat karena selalu mengharapkan bantuan dari negara lain. “Kebutuhan pokok kita juga termasuk dalam hutang,”

Amiur berharap hutang negara dapat berkurang sehingga tindakan korupsi di Indonesia juga berkurang. “Akan sangat baik jika sebuah negara dapat mengurangi hutangnya.” harapnya.

Sumber :

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=268571:hutang-negara-berbanding-lurus-dengan-korupsi&catid=18:bisnis&Itemid=95

Analisis :

Sangat ironi mengetahui fakta bahwa Indonesia memiliki hutang luar negeri yang demikian besar. Ditambah lagi hutang negara ternyata berbanding lurus dengan kasus korupsi di Indonesia. Seharusnya hutang luar negeri bisa dimanfaatkan untuk membiayai investasi dan memperbaiki infrastruktur negara. Investasi yang berkembang hasilnya bisa digunakan untuk membayar cicilan utang luar negeri. Hutang luar negeri memang merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang sangat signifikan bagi negara berkembang. Namun, jika Indonesia selalu bergantung dengan hutang luar negeri untuk membangun ekonomi negara, maka tanah air lambat laun akan teperangkap dalam lingkaran hutang dan akibatnya hanyut dalam lingkup ketergantungan hutang. Jika sudah seperti itu, secara perlahan perekonomian Indonesia akan hancur dan yang tidak kalah pentingnya adalah hutang luar negeri dapat menjadi beban bagi generasi muda Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s