Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran induktif mungkin merupakan generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat (kausalitas).

1. Generalisasi

Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh ,data statistik dan sebagainya.

Contoh Paragraf Generalisasi

Masalah pengangguran biasanya selalu menjadi masalah pokok dalam suatu negara selain inflasi, tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan data yang ditunjukkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dirasa belum maksimal dalam mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia. Melihat hal tersebut seharusnya pemererintah menunjukkan sikap yang lebih serius dalam menghadapi masalah pengangguran yang seakan tidak ada habisnya. Diperlukan solusi yang efektif dan efisien agar jumlah pengangguran di tahun depan dapat dikurangi jumlahnya.

2. Analogi

Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan.

Contoh Paragraf Analogi

Mendaki gunung itu pasti banyak sekali rintangannya. Hal itu sama seperti menjalani hidup. Seseorang yang hidup didunia pasti menghadapi berbagai macam resiko. Mulai dari resiko sakit, kecelakaan, sampai kematian. Suatu resiko sebenarnya bisa diminimalisasi, yaitu dengan cara mengikutsertakan diri dalam program asuransi.

3. Kausalitas

Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab.

Contoh Paragraf Kausalitas

Pada tahun 2008, harga berbagai  jenis minyak bumi dalam negeri naik.  Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya.  Hal ini dilakukan karena pemerintah ingin mengurangi subsisdi, dengan harapan agar perekonomian Indonesia kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu  biaya angkutan akan naik. Jika biaya angkutan naik, harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan.  Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s