Aspek Hukum dan Manajemen (SKB)

hukum

Studi kelayakan bisnis merupakan analisa suatu usaha/bisnis apakah layak atau tidak untuk dijalankan. Agar usaha yang ingin dijalankan tersebut sesuai dengan yang direncanakan dan layak untuk dijalankan maka diperlukanlah studi kelayakan bisnis ini. Untuk memulai studi kelayakan bisnis biasanya dimulai dari aspek hukum. Secara umum dokumen-dokumen yang diteliti dalam aspek hukum adalah bentuk badan usaha, bukti diri, izin-izin usaha, dan kelengkapan dokumen lainnya. Penilaian atas aspek hukum sangat penting meningat sebelum usaha tersebut dijalankan, segala prosedur yang berkaitan dengan izin atau berbagai persyaratan lain harus terlebih dahulu dipenuhi.

Aspek manajemen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian. Keberhasilan suatu proyek yang telah dinyatakan layak untuk dikembangkan, sangat dipengaruhi  oleh peranan manajemen dalam pencapaian tujuan. Tujuan studi aspek manajemen ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan dan implementasi bisnis dapat direncanakan, dilaksanakan sehingga rencana bisnis dapat dinyatakan layak atau sebaliknya tidak layak. Mengingat pentinya peranan aspek manajemen dalam menentukan keberhasilan suatu kegiatan/bisnis yang dilakukan maka perlu diadakan suatu analisis untuk kelayakan suatu usaha dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.

1.1       Pengertian Aspek Hukum

Bisnis sering kali mengalami kegagalan karena terbentur masalah hukum atau tidak memperoleh izin dari pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, sebelum ide bisnis dilaksanakan, analisis secara mendalam terhadap aspek hukum harus dilakukan agar di kemudian hari bisnis yang akan dilaksanakan tidak gagal karena terbentur masalah hukum dan perizinan. Aspek hukum merupakan aspek yang pertama kali harus dikaji karena jika berdasarkan analisis aspek hukum sebuah ide bisnis tidak layak, maka proses analisis aspek yang lain tidak perlu dilakukan.

Apek hukum mengkaji ketentuan hukum yang harus dipenuhi sebelum menjalankan usaha. Ketentuan hukum untuk setiap jenis usaha berbeda-beda, tergantung pada kompleksitas bisnis tersebut. Adanya otonomi daerah menyebabkan ketentuan hukum dan perizinan antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai ketentuan hukum dan perizinan investasi untuk setiap daerah merupakan hal yang sangat penting untuk melakukan analisis kelayakan aspek hukum.

Pemerintah menetapkan ketentuan hukum dan perizinan investasi dengan tujuan menjaga ketertiban masyarakat secara luas. Masyarakat di sekitar lokasi bisnis diharapkan akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif dari adanya suatu investasi bisnis.

1.1.1    Tujuan Analisis Aspek Hukum

Analisis aspek hukum dilakukan dengan tujuan menjawab pertanyaan “Apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memenuhi ketentuan hukum dan perizinan di suatu wilayah?

Secara spesifik analisis aspek hukum pada studi kelayakan bisnis bertujuan untuk :

  • Menganalisis legalitas atas usaha yang akan dijalankan
  • Menganalisis ketepatan bentuk badan hukum dengan ide bisnis yang akan dilaksanakan
  • Menganalisis kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memenuhi persyaratan perizinan
  • Menganalisis jaminan-jaminan yang bisa disediakan jika bisnis akan dibiayai dengan pinjaman

1.1.2    Jenis-Jenis Badan Usaha

Kegiatan bisnis tidak dapat dilepaskan dari bentuk badan usaha dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Bentuk badan usaha yang dipilih tergantung pada modal yang dibutuhkan dan jumlah pemilik. Pemilihan usaha didasarkan oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  1. Besarnya modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis
  2. Tingkat kemampuan dan tanggung jawab hukum dan keuangan
  3. Bidang industri yang dijalankan
  4. Persyaratan perundang-undangan yang berlaku

Untuk memilih badan usaha yang tepat, kita perlu mengetahui definisi, ciri-ciri badana usaha, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk badan usaha. Berikut ini adalah beberapa bentuk badan hukum beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1) Perusahaan Perseorangan

Perusahaan Perseorangan merupakan salah satu bentuk usaha yang dimiliki oleh seseorang dan ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan (Basswasta : 2002). Dengan tidak adanya pemisahan pemilikan antara hak milik pribadi dengan milik perusahaan, maka harta benda pribadi juga merupakan kekayaan perusahaan.

Untuk mendirikan perusahaan perseorangan sangatlah sederhana dan tidak memerlukan persyaratan khusus, sebagaimana bentuk badan hukum lainnya. Tujuan utama didirikan perusahaan perseorangan adalah semata-mata hanya untuk mencari keuntungan.

Ciri-ciri Perusahaan Perseorangan

  1. Dimiliki perseorangan (individu atau perusahaan keluarga)
  2. Pengelolaannya sederhana
  3. Modalnya relatif tidak terlalu besar
  4. Kelangsungan usahanya tergantung pada para pemiliknya
  5. Nilai penjualannya dan nilai tambah yang diciptakan relatif kecil

Kelebihan Perusahaan Perseorangan

a. Kebebasan bergerak

Pemilik perusahaan perseorangan mempunyai kebebasan yang sepenuhnya pada setiap tindakannya. Segala keputusan adalah mutlak harus dilaksanakan sesuai keputusan.

b. Menerima seluruh keuntungan

Hanya perusahaan perseorangan yang memungkinkan seluruh keuntungan diperuntukkan bagi seseorang.

c. Pajak yang rendah

Bagi perusahaan perseorangan hingga saat ini pemerintah tidak memungut pajak dari perusahaan itu sendiri. Pemungutan pajak hanya dilakukan pada pemilik yaitu, pajak penghasilan.

d. Rahasia perusahaan terjamin

Perusahaan perseorangan merupakan suatu jenis perusahaan dimana rahasia-rahasia dapat dijamin tidak akan bocor, lebih-lebih jika pemilik perusahaan itu sendirilah yang menjalankan segala tugas-tugas yang penting. Di beberapa perusahaan, keuntungan yang besar terletak atas dasar dipunyainya suatu proses atau formula rahasia yang tidak diketahui perusahaan lain.

e. Organisasi yang murah dan sederhana

Pada perusahaan perseorangan bagian-bagiannya tidak banyak seperti halnya PT karenanya ongkos yang dibutuhkan untuk itu adalah relatif rendah.

f. Peraturan minim

Jika pada persekutuan dengan firma, komanditer, PT, terdapat banyak peraturan-peraturan pemerintah yang harus dituruti maka perusahaan perseorangan hanya sedikit peraturan yang dikenakan.

g. Keputusan dapat cepat diambil

Keputusan-keputusan dalam perusahaan perseorangan akan dapat cepat diambil karena pemilik perusahaan dapat mengatur perusahaan menurut kehendaknya yang sekiranya terbaik dan terefektif, juga karena tidak adanya perselisihan pendapat yang mengakibatkan perundingan yang berlarut-larut yang tentu saja merugikan apalagi dalam dunia bisnis.

h. Lebih mudah memperoleh kredit

Perusahaan perseorangan lebih mudah mendapatkan kredit karena tanggung jawab atau jaminannya tidak terbatas pada modal usaha sendiri saja tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik maka resiko kreditnya lebih kecil.

Kekurangan Perusahaan Perseorangan

a. Tanggung jawab tidak terbatas

Dalam perusahaan perseorangan, tanggung jawab perusahaan terletak di tangan pemilik perusahaan, sehingga seluruh resiko atas perusahaan ditanggung oleh pemilik perusahaan. Jika perusahaan tidak dapat melunasi seluruh hutangnya maka kekayaan pribadi menjadi jaminannya.

b. Besarnya perusahaan terbatas

Penanaman modal yang dijalankan oleh perusahaan perseorangan adalah terbatas, walaupun pemilik berusaha memperluas perusahaan, kredit yang diperolehpun terbatas pula.

c. Kelangsungan perusahaan tidak terjamin

Meninggalnya pemimpin atau dipenjarakannya pemilik perusahaan atau sebab lain sehingga tidak bisa mengelola perusahaan menyebabkan berhentinya aktivitas perusahaan.

d. Sumber keuangan terbatas

Karena pemiliknya hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuan pemilik perusahaan.

e. Kesulitan dalam manajemen

Dalam perusahaan semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pemimpin. Ini lebih sulit dibandingkan apabila manajemen dipegang beberapa orang.

f. Kurangnya kesempatan pada karyawan

Karyawan yang bekerja pada perusahaan perseorangan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama.

Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan perseorangan seringkali tidak megelola administrasinya secara baik, sehingga dokumentasi dari setiap transaksi sulit untuk dicari. Bahkan terkadang setiap transaksi tidak didukung dengan dokumen yang seharusnya dibutuhkan.

2) Firma (Fa)

Firma adalah suatu perkumpulan yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dibawah nama bersama dan yang mana anggota-anggotanya tidak terbatas tanggung jawabnya terhadap perikatan perseroan dengan pihak ketiga (Mollengraff).

Pendirian sebuah firma dilakukan dengan membuat akta perjanjian di hadapan notaris. Perjanjian tersebut memuat nama pendiri firma, cara pembagian keuntungan firma, serta waktu mulai dan berakhirnya perjanjian firma. Apabila firma didirikan dengan akta resmi, maka harus didaftarkan ke panitera pengadilan negeri dan selanjutnya diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).

Firma mengandung unsur-unsur pokok sebagai berikut :

  1. Persekutuan perdata
  2. Menjalankan perusahaan
  3. Dengan nama bersama
  4. Tanggung jawab sekutu bersifat pribadi untuk keseluruhan

Ciri-ciri Firma

Seperti halnya persekutuan yang lain, firma juga memiliki sifat atau ciri-ciri. Adapun sifat atau ciri-ciri firma antara lain :

  1. Bentuk firma ini telah digunakan baik untuk kegiatan usaha berskala besar maupun kecil
  2. Dapat berupa perusahaan kecil yang menjual barang pada satu lokasi, atau perusahaan besar yang mempunyai cabang atau kantor di banyak lokasi
  3. Masing-masing sekutu menjadi agen atau wakil dari persekutuan firma untuk tujuan usahanya
  4. Pembubaran persekutuan firma akan tercipta jika terdapat salah satu sekutu mengundurkan diri  atau meninggal
  5. Tanggung jawab seorang sekutu tidak terbatas pada jumlah investasinya
  6. Harta benda yang diinvestasikan dalam persekutuan firma tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing sekutu
  7. Masing-masing sekutu berhak memperoleh pembagian laba persekutuan firma

Setiap anggota firma harus memenuhi hal-hal berikut :

  • Memberikan dan menyerahkan seluruh atau sebagian kekayaannya untuk badan usaha firma dan harus dicantumkan dalam akta pendirian, dibuat di hadapan notaris, didaftarkan di pengadilan, dan diumumkan dalam berita negara.
  • Mempunyai tanggung jawab penuh termasuk kekayaan pribadinya terhadap perjanjian yang dilakukan oleh firma.
  • Mempunyai kuasa penuh untuk bertindak atas nama firma sehingga unsur kepercayaan sangat diperlukan.

Kelebihan firma

  • Prosedur pendirian firma mudah
  • Firma memiliki kemampuan finansial lebih besar
  • Dalam firima, setiap keputusan diambil bersama sehingga dimungkinkan adanya keputusan yang lebih baik
  • Firma memiliki status hukum jelas
  • Adanya pembagian kerja diantara anggota firma sesuai dengan kecakapan serta keahliannya masing-masing

Kekurangan firma

  • Adanya tanggung jawab tak terbatas atas utang-utang perusahaan
  • Kontinuitas firma kurang terjamin karena keluarnya salah satu anggota berarti firma bubar
  • Kekurangcakapan salah satu anggota menimbulkan kerugian atas firma, yang mengakibatkan anggota lain turut menanggung
  • Rawan konflik internal, yaitu ketegangan diantara anggota firma yang dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan

Kepemimpinan firma berada sepenuhnya ditangan pemilik sekaligus bertanggungjawab terhadap segala resiko yang mungkin timbul. Sama seperti halnya perusahaan perseorangan tujuan firma adalah untuk mencari keuntungan.

3) Persekutuan Komanditer (CV)

Perseroan komanditer adalah suatu perseroan yang dibentuk antara satu orang atau beberapa orang persero yang secara tanggung menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada satu pihak, dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain (Pasal 19 KUHD).

Jenis Persekutuan Komanditer

a. Persekutuan Komanditer diam-diam

Persekutuan komanditer diam-diam yakni persekutuan komanditer yang belum menyatakan dirinya dengan terang-terangan kepada pihak ketiga sebagai persekutuan komanditer. Dalam persekutuan ini pihak ketiga mengetahui persekutuan ini sebagai firma tetapi mempunyai sekutu komanditer. Hubungan keluar menggunakan firma, sedangkan hubungan ke dalam antar sekutu berlaku hubungan sekutu komplementer dan sekutu komanditer.

b. Persekutuan Komanditer terang-terangan

Persekutuan komanditer terang-terangan adalah persekutuan komanditer dan telah menyatakan diri sebagai persekutuan komanditer terhadap pihak ketiga. Persekutuan komanditer terang-terangan tidak di atur secara khusus dalam KUHD, sebab persekutuan komanditer pada hakikatnya adalah persekutuan firma dalam bentuk khusus. Jadi, dapat diikuti ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang persekutuan firma.

c. Persekutuan Komanditer dengan saham

Persekutuan komanditer dengan saham adalah persekutuan komanditer terang-terangan yang modalnya terdiri dengan saham-saham. Persekutuan komanditer dengan saham adalah bentuk peralihan dari persekutuan komanditer kepada perseroan terbatas (PT). Persekutuan komanditer teryata telah mendesak firma dalam praktek perusahaan di Indonesia. Hal ini mungkin terjadi karena yang menghendaki supaya pihak luar yang bukan anggota keluarga atau bukan teman karib dapat bergabung dengan persekutuan yang masih memerlukan tambahan modal. Di samping itu, persekutuan tidak perlu menggunakan nama bersama.

Dalam Perseroan Komanditer terdapat beberapa sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya. Kemudian ada satu atau lebih sekutu sebagai pemberi modal. Tanggung jawab sekutu komanditer hanya terbatas pada sejumlah modal yang ditanamkan didalam perusahaan.

Ciri-ciri Perseroan Komanditer

  1. Sulit untuk menarik modal yang telah disetor
  2. Modal besar karena didirikan banyak pihak
  3. Mudah mendapatkan kridit pinjaman
  4. Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif
  5. Relatif mudah untuk didirikan
  6. Kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu

Kelebihan Perseroan Komanditer

  • Pendiriannya tidak terlalu rumit
  • Bentuk badan ini juga telah mendapat kepercayaan masyarakat
  • Kemampuan manajemen lebih luas
  • Lebih fleksibel terhadap suatu kegiatannya
  • Kemampuan untuk berkembang lebih besar
  • Struktur organisasi tidak terlalu rumit
  • Laba yang di peroleh CV hanya dikenakan pajak satu kali
  • Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan CV dan menjalankan CV tidak ditentukan, dapat besar maupun kecil sehingga banyak perusahaan kecil dan menengah yang banyak memilih bentuk ini.

Kelemahan Perseroan Komanditer

  • Sebagian anggota memiliki tanggung jawab tidak terbatas
  • Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin
  • Sulit untuk menarik kembali investasinya
  • Apabila perusahaan merugi, maka semua sekutu bertanggung jawab secara bersama-sama

Tujuan pendirian Perseroan Komanditer adalah untuk memberikan peluang bagi perseorangan untuk ikut menanamkan modalnya dengan tanggung jawab terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s